Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Saturday, September 11, 2010

Seharusnya, Saya Bijak Ber-internet

Lagi-lagi malam ini saya mau curhat. Mau ngabarin aja sih sebenernya kalo saya bakal mulai menarik diri perlahan dari dunia maya. Gak sepenuhnya, mungkin, yeah, cuma blog ini yang nantinya akan 'lumayan' keurus. Facebook, twitter, plurk, tumblr, akan saya gunakan seperlunya aja. Insya Allah saya bisa dan harus bisa. Hehehehe...

Hal yang melatarbelakangi tindakan saya ini adalah rasa jenuh, muak, capek. Ga semua update twitter itu enak dibaca. Ga semua hal2 yang dipublish di facebook itu menyenangkan untuk saya ketahui. Saya jadi takut terbawa galau gara2 status yang ga enak. Jadi sering berpikir negatif ke orang, karena beberapa teman mengupdate status yang bikin penasaran. Jadi suka merasa tersindir. Yeah, walaupun ga saya pungkiri, banyak juga sisi positifnya.

Tapi, saya rasa cukup. Cukup sampai di sini saya meng-eksiskan diri di socnet. Saatnya kembali ke realita, ke dunia yang sesungguhnya harus saya hadapi. Bukan socnet yang (kebanyakan) munafik dan sok suci, that's my opinion. No offense.

Anyway, intinya selama ini saya merasa belum bersikap dewasa aja. Berjam-jam di depan laptop ngutak-atik hal yang kurang penting (atau malah ga penting sama sekali), beratus-ratus ribu saya habiskan buat refill modem atau pulsa. Aaah, harusnya internet ga saya gunakan seperti itu. Hehehehe. Tapi, saya gak nyesel kok.

Friday, August 27, 2010

Betmut Tudemeks!

Saya hari ini super duper triple kuadrat badmood.
Gimana gak lha wong ekspektasi saya tentang hari ini berubah 180 derajat.

Dimulai di pagi hari laptop gak kelar2 diurus. Gak tau apa saya butuh banget. Dan dengan entengnya masnya bilang bahwa data saya udah keapus gara2 diinstall ulang windowsnya. Padahal itu data adalah tugas yang saya kerjain sampe begadang2. Saya mbela-belain ke kampus naik ojek supaya gak telat e malah dosennya ternyata gak masuk, gak kasih kabar pula. Hhh. Terus rencana buka puasa bareng temen2 gagal juga gara2 semua pada ngebatalin tiba2. Mereka yang ngajak, mereka yang ngebatalin. Errr

Koneksi internet juga kayak mangki.
Udah ah, betmud pokoknya!

Saturday, August 21, 2010

Sebatas Impian (?)

Seharian ini, selain latihan GT dan ol, saya gunakan waktu untuk membaca The Naked Traveler. Banyak inspirasi, banyak tips, banyak nasihat, banyak humor. Saya sangat suka. Poin pentingnya adalah buku ini menginspirasi dan memotivasi saya untuk rajin menabung supaya bisa menjelajah. Hehe.

Positif, bukan?

Saya juga ngefans sama presenter Jejak Petualang, Riyani Djangkaru *he, bener gak ya gini tulisannya?* yang bisa keliling2 ke berbagai tempat. Oh, man. Siapa yang gak mau jadi dia? Kerjaannya asik, menurut saya *kecuali pas adegan makan tumbelo*

Mengenai impian, saya sih pengennya muter2 Indonesia terlebih dahulu *gak lucu kan kalo heboh ke luar negeri tapi negeri sendiri belum sempat 'terjajah'* Hehe. Kep. Riau, Pantai Drini, Bali, Green Canyon, Raja Ampat, Wakatobi, dkk. Pokoknya, pengen asik. Gak kere. Yah, tapi apa daya, nasib mahasiswi seperti saya, kantong pas-pasan. Teman2 saya pun, sejauh sepenglihatan saya gak banyak yang doyan menjelajah (karena repot, mereka lebih senang pergi bersama keluarga), rata2 kepingin pergi ke sini ke situ tapi sebatas omongan doang, pada susah ngumpulin duit hehehehe eee atau pada sayang ngeluarin duit? :p

Kendala saya : partner bertraveling.


Sulit menemukan orang yang mau susah traveling ala backpacker. Saya pun pada dasarnya juga begitu. Tapi karena kepengen dibilang keren (HAHA) dan faktor lain yaitu karena emang budget minim (HAHA), ujung2nya toh saya menggandrungi cara ini. Soalnya, ala koper tuh gak saya banget. Maklum, saya bukan orang kaya, bukan tipe orang yang nyampe kota tujuan langsung ke hotel, mandi air panas, tidur berAC, dsb. Bukan. Saya cenderung ke tipe yang 'udah sukur bisa nyampe kota tujuan'.

Ngomong2, untuk luar negeri, pengen coba2 ke negara tetangga, misal, malaysia dan singapore, buat pemanasan. Hehe. Jepang, UK, Australia, juga menjadi wishlist dalam hidup saya. HAHA. (ya. Dalam hidup. Karena entah kapan bisa ke sana, yang penting selama saya masih hidup kan?)

Mimpi semoga tidak hanya sekedar mimpi.

NB : tanggal 3 agustus 2010 lalu, saya (sok-sokan mengaku) backpacker ke desa sawarna, banten. Baru ngeh, sudah selama ini belum sempat saya buat postingannya. Ditunggu, ya! (.^_^.)

Friday, August 13, 2010

Introspeksi

ya Allah, perasaan apa ini? Antara pengen marah sama pengen nangis. Kenapa semua harus terjadi di Jumat tanggal 13? Saya tidak mempercayainya.

Tiba-tiba badmood melanda. Sertifikat ospek saya, hilang. Topi GT saya, belum juga dikuketahui keberadaannya. Marksheet nilai pun entah terselip di mana. Saya tidak mengerti.

Mungkin ini semua teguran dari-Mu, selama ini hamba lupa pada-Mu, ya Allah. Hamba lalai mengerjakan perintah-perintah-Mu. Astaghfirullahal'adzim...

Semua telah hilang. Saya sadar semua hanya titipan. Tidak seharusnya saya menangis meratapi sesuatu yang telah pergi. Seharusnya saya ikhlas, dan tidak menyalahkan siapa pun atas ini. Semua tanggung jawab saya. Saya, yang tidak mampu menjaga apa yang saya punya. Saya, yang ceroboh dan kurang hati-hati.

Yang paling membuat saya sedih adalah tidak ada seorang pun yang peduli. Saya merasa tidak punya teman dan kerabat. Mereka semua memakai topeng atas nama 'teman'. Ironis.

Terima kasih ya Allah telah memperhatikan hamba lewat semua nikmat dan cobaan dari-Mu. Segalanya memang sudah seharusnya saya tanggung sendiri.

Dan saya belajar bahwa betapa indah hidup ini saat kita dapat mengerti dan memahami makna di balik setiap peristiwa. Ini bukan tentang Jumat tanggal 13. Bukan.

Wednesday, August 11, 2010

Social Network

Sekilas membaca timeline di twitter perasaan saya campur aduk antara kesal, kecewa, marah, dan pecundang. Saya jadi malas. Apakah perlu twitter saya tinggalkan seperti halnya saya melupakan friendster dan menelantarkan facebook?

Twitter tidak senyaman dulu. Khususnya bagi saya. Terlalu sering sakit hati dan kecewa tentu tidak baik bagi perkembangan otak saya *lho?*

Tinggal menunggu waktu. Berhenti, deaktivasi, atau unfollow.