Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, June 23, 2013

Sederhana

aku bukan blogger yang mengejar pageview
aku bukan pembaca buku yang terobsesi ingin bertemu penulis favorit
aku bukan pengamat film, hanya penikmat
aku bukan penggila fashion seperti kebanyakan wanita pada umumnya

seperti itulah aku mencintaimu

sederhana
semoga tidak berlebihan :-)
semoga pula tidak kurang

Wednesday, July 28, 2010

Optimisme, Masih Ada

Percayalah...
Semua ini akan ada ujungnya

Segala masalah,
setiap kesedihan,
setitik keburukan,
segores kemunafikan,
setoreh hambatan,
akan berakhir jika tlah sampai pada waktunya

Yakinlah...
Semua ini ada ujungnya

Segala kemurungan,
setiap ketidakberdayaan,
setitik kelelahan,
segores kegilaan,
setoreh kehampaan,
akan lenyap jika tlah sampai di penghujungnya

Kita hanya perlu bertahan,
kita hanya perlu bersabar,
kita mungkin harus menunggu

Kuatkan kaki guna menopang,
kokohkan diri dari segala terpaan,
tegarkan hati jangan mengeluh

Bertahan
entah sampai kapan,
bersabar tidak merugikan

Jalani,
hadapi,
lewati,
maka kau akan bertemu dengan kualitas dirimu yang sebenarnya

Kau mampu jika kau mau!
Kau bisa bila berusaha!

Kita hanya perlu bertahan,
sampai akhirnya badai ini berlalu

Biarkan masalah menghampiri,
biarkan ia mengganggu,
izinkan ia menggoyah

Maka dengan itu kau punya kesempatan tuk buktikan pada dunia
bahwa kau bisa mengusirnya
dan kau tak terganggu

karena Tuhan selalu bersama hamba-Nya yang bersabar


Thursday, July 10, 2008

Inspiring Me

MANDALAWANGI - PANGRANGO

Senja itu ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu,
Aku datang kembali Kedalam ribaanmu dalam sepimu dan dalam dinginmu
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan,
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan berbicara padaku tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah

Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua melampaui batas-batas hutanmu melampaui batas-batas jurangmu
Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

19/7/1966 oleh Soe Hok Gie